pariwisata kabupaten pasuruan

Sewakan TKD, Kades Wedoro Diperkarakan

  Dibaca : 496 kali
Sewakan TKD, Kades Wedoro Diperkarakan
Perlu Ditertibkan : diduga tambang ilegal mendapat restu pemdes. (tm)
space ads post kiri

Tanah Kas Desa atau biasa disebut dengan tanah bengkok, sejatinya adalah milik negara yang dikelolakan pada kepala desa atau perangkat desa, untuk kesejahteraan para kepala desa maupun perangkat desa.

Namun setelah dikeluarkanya UURI No.6 tahun 203 tentang desa dan telah diberlakukan tahun 2015 lalu. Keberadaan tanah kas desa atau tanah bengkok tidak lagi menjadi hak kepala desa atau perangkat desa, akan tetapi dikelola oleh pemerintahan desa setempat.

Hal ini dikarenakan para kepala desa maupun perangkat desa telah mendapatkan kesejahteraan dari pihak pemerintah daerah setempat.

khoiron, kades widoro

khoiron, kades widoro

Seperti yang terjadi di Dusun Wedoro, desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Khoiron kepala desa setempat telah melakukan penyimpangan dengan menyewakan tanah bengkok seluas 9.900m2 seharga Rp.8,5juta pertahun.

Sementara proses penyewaan tanah kas desa atau taah kas desa tidak melalui mekanisme sesuai aturan yakni bermusyawarah dengan pihak BPD (Badan Permusyawaratan Desa) setempat.

Menurut salah satu warga setempat yang namanya minta namanya tidak dikorankan, mengatakan,” warga desa menyesalkan sikap kepala desa dan beberapa perangkat desa,” tegasnya.

“ Tanah Kas Desa (TKD) Desa Wedoro yang didulunya dikelolah oleh kepala desa dan perangkat desa, saat ini telah disewakan tanpa proseduru yang benar sesuai aturan yang ada. Bahkan ada salah satu tanah kas desa yang dulunya dikelolah oleh seorang perangkat desa, saat ini telah disewakan selama sepuluh tahun kedepan. Dari penulusuran yang kami lakukan, ternyata tanah kas desa tersebut disewekan tanpa ada perundingan dengan BPD atau warga,” ulasnya.

Ditambahkan, beberapa warga telah menanyakan hal tersebut pada Khoiron (Kades), tapi hingga saat ini belum mendapat jawaban apapun.

Malah kami sepertinya dimusuhi oleh Kades dan sejumlah perangkat serta dicap sebagai provokator desa. Mendapati hal tersebut, kami sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum,” imbuhnya dan mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.

ujeb, penyewa tanah

ujeb, penyewa tanah

Sementara itu dari pengakuan yang disampaikan oleh Ujeb selaku penyewa tanah kas desa, saat dikonfirmasi Memo X,” ya mas, tanah tersebut memang saya sewa selama dua tahun pada pak Kades,”ujarnya singkat.

Saat hal ini dikonfirmasikan pada Camat Pandaan yakni Suwito, Minggu (13/3),” permasalahan tersebut akan segera kami klarifikasikan pada Kades dan BPD desa setempat,” ucapnya dari seberang telepon. (mat/vic)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional