pariwisata kabupaten pasuruan

Bancakan Proyek Pelabuhan Lekok

  Dibaca : 428 kali
Bancakan Proyek Pelabuhan Lekok
Kondisi proyek pelabuhan lekok. (ek)
space ads post kiri

Proyek rehabilitasi serta pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan di jalan pelabuhan Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, diduga menjadi ajang bancakan bagi oknum-oknum mengeruk keuntungan.

Informasi yang dihimpun Memo X, dari sejumlah penggiat atau LSM terkait proyek di Satuan Kerja Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jatim, pada tingkat pelaksanaan proyek sama sekali tidak ada pengawasan.

Baik dari konsultan pengawas maupun dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim. Hal itu menandakan betapa buruknya pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana CV Kanaya dari Surabaya.

Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai Lekok, Soleh, saat dikonfirmasi lewat selulernya enggan berkomentar banyak terkait proyek rehab yang ada di wilayahnya.

Dari hasil monitoring Memo X di lokasi proyek, banyak ditemukan dugaan yang terindikasi penyimpangan mulai dari pembangunan pagar, dan lainnya.

Indikasi ’proyek bancaan’ itu bisa dilihat dari besi yang digunakan sebagai rancang bangun. Besi cor dak PPI diduga dicampur dengan besi yang tidak ber-SNI. Campuran material yang tidak standar serta tidak adanya alat-alat pendukung kerja seperti alat pengaduk bahan material (molen).

Menurut Marsono salah satu pegiat masalah sosial mengatakan, bahwa seperti ini sudah biasa dalam proyek dinas.

“Tahu sama tahu dan itu sudah menjadi rahasia umum. Pihak dinas tidak lagi obyektif menjalankan tugas pokok dan fungsinya karena diduga turut terlibat dalam pekerjaan ini. Apalagi nilai anggaran pada papan nama tidak disebutkan, walaupun ada informasi yang kita dapat anggaran yang dialokasikan mencapai hampir satu miliar,” katanya. (ek/hen/kdr)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional