pariwisata kabupaten pasuruan

Semalam Putaran Uang Tembus Rp 3 Miliar

  Dibaca : 857 kali
Semalam Putaran Uang Tembus Rp 3 Miliar
salah satu klub malam kelas menengah keatas dikawasan tretes
space ads post kiri

Tretes adalah nama suatu kawasan ’merah’ yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Terletak di kaki gunung Welirang, selain menawarkan panorama yang indah dan hawa yang sejuk, Tretes memiliki kawasan wisata malam yang memukau. Vulgaritas di daerah Tretes sangat terjangkau bagi masyarakat lokal karena memang bertarif lokal, tarif paling murah dibanding daerah-daerah lokalisasi lainnya, hal ini seakan menjadi beban moral bangsa kita, bahwasannya tingkat kesejahteraan masyarakat masih belum merata sehingga masyarakat menghalalkan vulgaritas yang bertarif lokal di daerahnya…

Tempat-tempat yang menawarkan kenikmatan syahwat banyak bertebaran di beberapa tempat. Baik yang berpraktek secara terang-terangan maupun yang agak malu-malu kucing, berkedok panti pijat.

Dahulu dikawasan Tretes, hanya terdapat satu tempat prostitusi yang di lokalisir di suatu kawasan yang di kenal dengan nama “Mbarakan”.

Lokasi tersebut agak terpencil dan jauh dari pusat keramaian atau tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Namun keberadaannya sekarang telah menyebar hingga disetiap sudut Tretes.

Dari cerita legenda masyarakat setempat sebutan Mbarakan tersebut berasal dari kata “Mbah’e Urakan”. Akronim “Mbah” disini memiliki arti senior, dituakan atau paling ahli ,sementara kata “Urakan” bermakna “tidak memiliki sopan santun, liar, hidup tanpa aturan”.

Karena kehidupan di tempat tersebut memang liar, tidak memiliki sopan santun dan tanpa aturan. Salaj satu contoh yakni para wanita pemuas nafsu syahwat mengenakan pakaian minim, mabok dan membunyikan sound sistem dengan suara yang nyaring dan tanpa mengenal batasan waktu.

Tak perduli saat tengah malam atau dini hari, maka orang-orang menyebutnya dengan istilah “Mbah’e Urakan” . Hingga akhirnya, lokalisasi tersebut di kenal dengan sebutan “Mbarakan”.

Tapi seiring dengan semakin pesatnya laju pertambahan penduduk, lokalisasi tersebut mulai tergusur. Sebagian dari para wanita-wanita penghibur penghuni eks lokalisasi Mbarakan lebih memilih berpraktek secara mandiri.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional