pariwisata kabupaten pasuruan

Prihatin Sumber Air Menyusut Dan Mati

  Dibaca : 523 kali
Prihatin Sumber Air Menyusut Dan Mati
Sekretaris PWI Pasuruan Abdul Syukur saat melakukan orasi di sumber umbulan
space ads post kiri

Puluhan pegiat lingkungan bersama wartawan, kalangan akademika dan instansi pemerintah, memperingati Hari Air se-Dunia di Sumber Air Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (22/3). Mereka prihatin dengan banyaknya sumber air yang mati maupun yang menyusut makin mengecil.

Peringatan digelar di Sumber Air Umbulan, lantaran sumber tersebut akan dimanfaatkan untuk proyek pengadaan air minum (PAM) lima daerah, Gresik, Surabaya, Siodarjo, Kota/Kabupaten Pasuruan.

Proyek PAM yang didanai APBN sekitar Rp 2 trilyun tersebut, akan mengalirkan air sebanyak 4.000 liter/detik ke lima daerah.

Padahal kondisi sumber air Umbulan, terus menyusut dari waktu ke waktu. Pada 1990-an, debit air Umbulan sebanyak 6.000 liter/detik terus menyusut hingga tinggal 3.200 liter/detik.

“Hasil penelitian dan analisa kami dan Balai Besar Brantas wilayah Gembong-Pekalen, hingga Kamis (17/3) debit air umbulan tinggal 3.200 liter/detik. Masalah ini harus ditanggulangi secara terpadu untuk mengembalikan debit air umbulan dengan debit seperti semula,” kata Gunawan Wibosono, ahli Hidrologi dari Universitas Brawijaya Malang.

Menurut Gunawan, penangangan secara terpadu untuk mengembalikan debit air Umbulan, caranya dengan melakukan konservasi di daearh tangkapan air, yakni di kawasan Pegunungan Bromo.

Mahrus Solikin, pegiat lingkungan yang sering meraih penghargaan tingkat nasional maupun  internasional, menyampaikan, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber-sumber air.

“Bukan hanya sebatas pada upaya penyadaran saja. Tapi semua elemen masyarakat harus terlibat, terutama masyarakat di pinggiran hutan. Sejak tahan 1980-an saya mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga hutan, agar air tetap lestari,” ujar Mahrus.

Sementara itu Esti Andayani dari UPT Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Gembong-Pekalen Jawa Timur, menyampaikan. Bahwa sumber air Umbulan adalah sumber dengan kualitas air terbaik di dunia bersama sebuah sumber air di Perancis.

“Hasil penelitian dan kajian Puslitbang Bandung, Umbulan dan sebuah sumber air di Perancis, memiliki kualitas terbaik di dunia. Anugerah ini harus dijaga agar tetap lestari,” terang Esti. (hen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional