pariwisata kabupaten pasuruan

Gaji Honorer K2 Kembali Tertunda

  Dibaca : 394 kali
Gaji Honorer K2 Kembali Tertunda
space ads post kiri

Para tenaga pendidik non PNS yakni guru honorer K2, sepertinya harus kembali bersabar. Pasalnya uang pencairan intensif hingga akhir bulan ini belum juga direalisasikan.

Hal ini dikarenakan mekanisme pencarian dilakukan setiap semester, artinya para guru honorer tersebut baru menerima intensif sekitar bulan Juni mendatang.

Seperti diketahui keberadaan tenaga honorer kategori K2 yang diangkat pada 1 Januari 2015 lalu, tidak mendapatkan upah kerja yang dialokasikan pada APBD Kabupaten Pasuruan dan APBN.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Mustain, saat dikonfirmasi Memo X Selasa (22/3) dikantornya,” pencairan intensif para guru honorer kategori K2 saat ini masih dalam proses,” tegasnya.

“ Pos anggaran untuk honorer K2 jika memang sudah ada, tidak serta merta bisa dibayarkan begitu saja. Pencairan dana tersebut sudah mekanisme yang mengaturnya, untuk Pemkab Pasuruan sendiri menerapkan pencairan setiap semester. Artinya intensif K2 akan dibagikan pada bulan Juni mendatang,”beber Mustain.

Dari data yang berhasil dihimpun Memo X, jumlah pegawai honorer dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mencapai 579 orang.

Dari jumlah tersebut terdiri dari 490 honorer kategori K2 dan sisanya 89 non guru honorer. Untuk intensif guru honorer katerogi K2 setiap bulannya bisa mendapatkan Rp.750ribu, sedangkan guru honorer non K2 mendapatkan Rp.500ribu perbulan.

Sementara pihak Pemkab Pasuruan sendiri pada tahun 2016 ini telah menganggarkan dana untuk hal tersebut sebesar Rp.4,9milyar.

Sementara itu alokasi besaran anggaran bagi guru honorer K2 dan non K2 pada tahun ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya Pemkab Pasuruan hanya menganggarkan sebesar Rp.1,6 milyard.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu guru honorer K2 yang berdinas pada salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bangil, menyatakan,” ya gimana lagi mas, kami para guru honorer harus bersabar dengan semua ini,”ucapnya.

Masih menurutnya, saat ini kami memang harus bersabar dan bersyukur telah diangkat menjadi honorer K2 dan telah mendapatkan alokasi dari Pemkab Pasuruan, walaupun nilainya sangat kecil serta tidak bisa menutupi kebutuhan keluarga.

Daripada tahun-tahun sebelumnya kami tidak mempunyai status yang jelas dan diakui oleh Pemkab Pasuruan, ungkapnya dan mewanti-wanti namanya tidak dikorankan. (hen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional