pariwisata kabupaten pasuruan

Warga Dusun Rokuali, Keluhkan Aktivitas Penambangan

  Dibaca : 625 kali
Warga Dusun Rokuali, Keluhkan Aktivitas Penambangan
aktivitas tambang di dusun rokuali, Gunungsari,Beji yang meresahkan warga
space ads post kiri

Ratusan warga Dusun Rokuali, Desa Gunungsari, Kecamatan Beji mulai resah dengan maraknya aktivitas penambangan pasir yang semakin meraja lela. Penambangan pasir tersebut sudah membahayakan keberadaan rumah warga setempar.

Salah satu warga Dusun rekuali Sunan (38) mengatakan adanya penambangan pasir kami minta pemerintah meninjau ulang izin tambang di desa kami, karena kami atas nama masyarakat merasa terganggu dan sudah tidak nyaman lagi. Kalau bisa kami minta ditutup saja. Menurut dia, penambangan pasir secara terus-menerus yang dilakukan milik PT. Gama Inti Samudra di desanya memberikan dampak kerusakan lingkungan.

Dengan adanya keluhan warga disekitar tambang yang berjarak dari perkampungan yaitu kurang lebih 100 meter yang mengakibatkan dampak bising adanya suara eksavator dan debu-debu yang ditimbulkan kendaraan-kendaraan pengangkut pasir menyebabkan kerusakan fasilitas jalan perkampungan, rawan longsor, kerusakan ekosistem, serta polusi udara,”ujar sunan.

Lanjut Sunan menegaskan selain itu akses jalan kampung dusun rekuali yang terhubung dengan dusun banyulegi tersebut yang rencana dibongkar dan diperluas penggalian oleh pemilik tambang. Namun warga tidak setuju, karena jalan tersebut akses jalan satu-satunya yang menghubungkan dua desa guna keperluan aktifitas warga yang dekat dengan tempat kerjanya. Warga juga tidak mau kalau jalan penghubung diantara dua desa tersebut dirubah (diahlihkan) ke jalur yang lain yang rencana jalan itu dirubah oleh pemilik tambang di atas tanah treem milik PJKA.

“Ungkap sunan kalau jalan itu dirubah dialihkan ke tanah treem dampaknya kawatir sewaktu waktu di ambil PJKA warga kami nasibnya harus bagaimna”. Maka dari itu kami sebagai warga menolak adanya perubahan akses jalan tersebut dan kembalikan jalan itu seperti semula aja.
Petugas tambang Jono (41) bagian security PT Guna Inti Samudra sewaktu di klarifikasi mengatakan, bahwa adanya keluhan warga tersebut hanya merupakan kesalah pahaman saja. Untuk akses jalan yang terhubung dua desa bukan dirusak, tapi diperbaiki, diganti dibangunkan jalan baru diatas tanah treem dan dialurkan ke penghubung yang lain. Dan kawasan sebelah tambang itu dalam pemetaan nantinya rencana akan dibangun perumahan, maka dari itu jalan yang terhubung dua desa itu dirubah. (mat/hen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional