pariwisata kabupaten pasuruan

Pasuruan Percepat Kurikulum K13

  Dibaca : 335 kali
Pasuruan Percepat Kurikulum K13
Perlu Ditertibkan : diduga tambang ilegal mendapat restu pemdes. (tm)
space ads post kiri

Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan pada akhir-akhir ini gencar menambah keberadaan sekolah yang menerapkan implementasi kurikulum 2013 (K13).Pada tahun ajaran 2016 ini ditargetkan penambahan sekolah K13 sebanyak 257, baik dari tingkat dasar maupun menengah.

Menurut Ahmad Yusuf selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, mengatakan,” target 25 persen pada tahun ajaran ini sudah dilakukan di sekolah yang dituju,untuk implementasi K13,” ujarnya.

“ Target yang telah ditetapkan oleh Iswahyudi selaku Kadis Pendik yakni tahun 2019 mendatang seluruh sekolah sudah memakai K13. Sementara itu untuk tingkatan SMA dan SMK, pada tahun ini kami mengajukan sebanyak enam sekolah, sedangkan SMK ada enam penambahan juga,” ungkap Yusuf.

Ditambahkan pula, untuk tahun 2014 SMA Negeri sudah ada empat sekolah yang telah menerapkannya yakni Purwosari, Bangil, Grati, Gempol, Kejayan, Pandaan dan Gondangwetan. Untuk SMK Negeri ada empat yaitu Purwosari, Bangil, Grati, Wonorejo dan tiga SMK swasta.

Tahun 2016 ini Dispendik mengusulkan enam SMA dan empat SMK. Enam SMA yang diusulkan tersebut semuanya SMA swasta yang berstatus terakreditasi A dan untuk SMK semuanya adalah SMK Negeri yakni Gempol, Nguling, Winongan, Rembang, Puspo dan Winongan,” pungkas Kabid Dikmen ini.

Dilain tempat Heru Mulyono, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), menjelaskan,”saat ini sudah ada 14 sekolah tingkat SD dan SMP yang telah melaksanakan K13. Sedangkan tahun ajaran mendatang, kami mengusulkan 170 sekolah dasar dan 75 tingkat SMP. Target 35% untuk sekolah SD dan SMP yang menerapkannya,”terang Heru.

Sementara itu dari data yang berhasil dihimpun Memo X terkait K13 yaitu Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku.

Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dan lainnya., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional, sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. Disampig itu juga ditanamkan karakter, ketrampilan,sikap dan perilaku siswa.(hen/vic)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional