pariwisata kabupaten pasuruan

Simpang Tiga Kejapanan Rusak Parah

  Dibaca : 162 kali
Simpang Tiga Kejapanan Rusak Parah
space ads post kiri

* Dinas PU Tutup Mata

Dalan aspal iki bolak-balek didandani, ora mari mari malah mindon gaweni’ (jalan aspal ini sudah sering di perbaiki, tidak selesai malah sering diperbaiki-red).

Sebait syair lagu yang didendangkan oleh seniman campursari asal Ngawi yaitu Dalang Poer. Sepertinya cocok diperuntukan pada jalan raya penghubung Pasuruan-Mojokerto yang berada di simpang tiga Kejapanan, kondisinya sangat membahayakan para pengendara kendaraan bermotor.

Pasalnya sekitar 200 meter dijalan tersebut, badan jalan bergelombang dan aspal jalan banyak yang terkelupas sehingga membentuk lubang disana-sini.

Sudah tak terhitung lagi berapa kali jalan ini diperbaiki oleh Dinas PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur, namun setiap kali diperbaiki hanya bertahan tak lebih dari satu bulan lamanya, jalan tersebut kembali rusak.

Jalan tersebut setiap harinya selalu dilalui oleh kendaraan berat semacam truk kontainer yang sarat muatan. Hal ini dikarenakan jalan raya tersebut merupakan akses tercepat menuju Surabaya dari kawasan industri Ngoro- Mojokerto.

Dari data yang berhasil dihimpun Memo X, setidaknya pada awal Januari 2016 jalan tersebut terakhir kali terlihat diperbaiki. Namun saat ini kondisinya sudah rusak dan penuh lubang disana-sini.

Dan tak terhitung pula pengendara sepedamotor yang terjerembab di sepanjang jalan tersebut, bahkan tak sedikit pula mobil pribadi maupun truk yang terguling. Apalagi pada saat malam hari, jalan yang rusak sepanjang kuran lebih 200 meter sangat membahayakan.

Menurut Khusaeri (50)salah satu tokoh masyarakat Desa Kejapanan,” Waduh mas capek kami menginformasikan keberadaan jalan ini pada instansi terkait,” katanya.

“Sepertinya keberadaan simpang tiga Kejapanan yang menuju ke Mojokerto atau sebaliknya ini, dibuat bisnis oleh para pejabat PU Bina Marga Jawa Timur. Bagaimana tidak, sudah tak terhitung lagi jalan ini diperbaiki, tapi tak lama kemudian rusak dan diperbaiki lagi,” cetusnya.

“Jika sudah tahu kondisinya seperti ini, perbaikan yang dilakukan bukan hanya tambal sulam seperti yang sering dilakukan. Seharusnya disepanjang jalan yang gampang rusak ini dikeruk terlebih dahulu dan dilakukan pengerasan (dicor), yang kemudian baru diaspal. Dengan dicor terlebih dahulu dapat mengantisipasi amblesnya tanah disekitar jalan itu. Seperti halnya membangun jalan tol yang kondisi tanahnya lembek. Akan tetapi metode tersebut tak dipakai disini,entah apa sebabnya,” tandas Khusaeri mengakhiri komentarnya.

Saat hal ini dikonfirmasikan pada Kepala PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto, Selasa (15/3) mengatakan, jalan tersebut bukan kewenangannya melainkan kewenangan PU Bina Marga Jatim.

“Kami sudah beberapa kali menginformasikan, bahkan pihak Polres Pasuruan juga telah melakukan hal yang sama,” ucapnya singkat. (hen/vic)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional