pariwisata kabupaten pasuruan

Proyek Lelang 2016, Rawan Pengkondisian

  Dibaca : 387 kali
Proyek Lelang 2016, Rawan Pengkondisian
space ads post kiri

Pada pelaksanaan lelang proyek beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bernilai milyaran rupiah yang akan segera diselenggarakan oleh Unit Lelang Pengadaan (ULP) Kabupaten Pasuruan di tahun 2016, di duga kuat rawan pengkondisian pemenang lelang.

Dari data yang berhasil dihimpun Memo X, pada tahun anggaran 2016 ini setidaknya terdapat puluhan bahkan ratusan milyar proyek milik Pemkab Pasuruan yang akan di lakukan pelelangan oleh ULP pada triwulan pertama tahun ini.

Menurut Andik Waluyo salah satu pemerhati sosial yang juga lulusan Sekolah Demokrasi tahun 2015, mengatakan,”aroma pengkondisian siapa yang bakal memenangkan sejumlah proyek bernilai milyaran rupaiah seperti sudah tercium,” katanya, Kamis (10/3).

“ Modus operandi pengkondisian memang telah tertata rapi sehingga secara kasat mata tidak terjadi kongkalikong antara SKPD pemilik proyek, ULP dan rekanan. Namun jika ditelusuri, maka akan tampak sekali persekongkolan itu. Bahkan dari beberapa investigasi yang dilakukan akhir-akhir ini seperti ada campur tangan oknum Non Goverment Organisasi (NGO) yang ikut serta mengkondisikan bancaan proyek tersebut,” beber Andik Waluyo.

Masih menurutnya, kita mengambil contoh beberapa proyek lelang tahun 2015 lalu. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak dijadikan fasilitas umum, padahal nilai proyeknya berkisar antara Rp.500juta hingga milyaran rupiah.

Sementara itu pihak Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangil dan Unit III Satreskrim Polres Pasuruan yang membidangi tindak korupsi, seperti tak berdaya dengan persekongkolan permainan pemenang lelang di ULP.

Kami selaku warga asli Kabupaten Pasuruan dalam hal ini akan mengawal semua proyek hasil lelang yang dilaksanakan oleh ULP. Jika dikemudian hari tidak sesuai dengan bestek yang telah ditentukan, maka kami akan melaporkan pada pihak Kejaksaan Tinggi Jatim.

Adapun alasan kami tidak melaporkan pada Kejaksaan Negeri Bangil, karena kami menilai Kejari Bangil telah mandul, pungkas Andik Waluyo.

Kasi Pidana Khusus Kejari Bangil Andi Sasongko

Kasi Pidana Khusus Kejari Bangil, Andi Sasongko

Sementara itu saat hal ini dikonfirmasikan,pada Kasi Pidana Khusus Kejari Bangil Andi Sasongko,” anggapan yang menyatakan bahwa kami mandul tersebut sangat tidak benar, dalam mengungkap kasus korupsi tidaklah semudah mengungkap kasus kriminal biasa,” tegasnya.

“ Dalam pengungkapan kasus korupsi, kami harus jeli mengumpulkan alat bukti yang ada, jangan sampai dalam pembuktiannya kami terkalahkan oleh sipelaku. Pelaku korupsi sendiri sangat berhati-hati dalam hal tersebut. Terkait adanya persekongkolan yang terjadi di ULP yang dikatakan tersebut, akan kami telusuri keberadaanya dan kami pelototi pelaksanaan lelangnya,” pungkas Andi Sasongko. (hen/vic)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional