pariwisata kabupaten pasuruan

Ciduk Penjual Pupuk Subsidi

  Dibaca : 287 kali
Ciduk Penjual  Pupuk Subsidi
ILEGAL: Rumah dan kios pupuk yang digerebek. (hen)
space ads post kiri

Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan masyarakat Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo diresahkan penjual pupuk ilegal. Salah satunya penjual pupuk urea yakni Toha (34) asal Dusun Sebandung, Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo.

Akibatnya berurusan dengan pihak Polres Pasuruan. Kios pupuk miliknya 2 bulan lalu digerebek petugas dan ditangkap petugas. Dimana sebelumnya Gapoktan desa setempat melaporkan pada pihak Kepolisian.

Namun hingga saat ini pelaku masih berkeliaran dan proses hukumnya tidak diketahui lebih lanjut. Menurut Kasir Kepala Desa setempat mengatakan, ”Saat itu Toha sempat sesumbar pada salah satu Gapoktan, bahwa dia memiliki puluhan ton pupuk urea,” terangnya.

Dilanjutkan, pupuk bersubsidi tersebut dijual pada kelompok tani lain seharga Rp 150 ribu, sementara harga sesuai instruksi pemerintah hanya Rp 105 ribu. Mendapati sesumbar tersebut, masyarakat petani Desa Sebandung melaporkan pada polisi.

Sementara dari informasi yang didapat, kios pupuk milik Toha tidak dilengkapi ijin dan pupuk yang dijual tersebut diduga kuat ilegal.

Petugas saat menggerebek juga mengamankan barang bukti lima sak pupuk urea dan puluhan ton sudah terjual ke petani lain, pungkas Kasir.

Saat dikonfirmasikan pada penyidik Unit II Satreskrim Polres Pasuruan, yakni Brigadir Bambang,” kasus dugaan penjualan pupuk ilegal tersebut masih terus berjalan,” tegasnya.

“Distribusi pupuk bersubsidi adalah sistem tertutup, hanya pengecer resmi yang mendapat izin dari pemerintah dan bisa menjual pupuk bersubsidi. Selain itu, petani yang bisa membeli pupuk bersubsidi juga terdaftar sebagai anggota kelompok tani. Namun demikian status mereka masih terus ditindaklanjuti kejelasanya. Belum ada status tersangka karena penyidikan masih terus berkembang dan pihak penyidik juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengembangkan kasus tersebut,” bebernya

Masih menurutnya, pedagang yang terbukti mengedarkan pupuk bersubsidi tanpa izin dari pemerintah akan dikenakan Pasal 6 UU No.7 Tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi dengan ancaman hukuman hingga dua tahun penjara. Saat ini kami juga masih menelusuri asal usul pupuk yang di jual tersebut,” pungkas Brigadir Bambang. (mat/hen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional