pariwisata kabupaten pasuruan

Target Restribusi Parkir 2016 Tak Alami Perubahan, Warga Protes

  Dibaca : 221 kali
Target Restribusi Parkir 2016 Tak Alami Perubahan, Warga Protes
space ads post kiri

* Warga Anggap Pemkab Lakukan Pungutan Liar

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari restribusi parkir pada tahun 2016 ini tak mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yakni Rp.8 milyar. Meskipun pada pendapatan restribusi parkir pada tahun 2015 lalu telah melebihi target yang telah ditetapkan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Heri Yitno, saat ditemui Senin (14/3) dikantornya. ”Target PAD dari sektor parkir pada tahun ini tak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp.8milyar,” tegasnya.

“Pada pendapatan restribusi parkir tahun 2015 lalu, pihaknya telah melampaui target yang telah ditentukan dari Rp.8milyar menjadi Rp.9,1 milyar. Adapun rincian pendapatan tersebut dipasok dari restrebusi parkir berlangganan sebesar Rp.8,9 milyar dan restribusi parkir insidentil atau konvensional mendapatkan Rp.200juta,” beber Heri Yitno

Masih menurutnya, meskipun kami telah melampaui terget pendapatan yang telah ditentukan. Namun demikian tidak serta merta pihak Pemkab Pasuruan menaikan target PAD dari sektor parkir dinaikan.

Target restribusi parkir berlangganan tahun ini tetap Rp. 7,8 milyar, sementara untuk restribusi parkir konvensional Rp.190 juta,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan.

Ditambahkan pula, alasan tidak adanya kenaikan target pada tahun ini yakni peningkatan ekonomi masyarakat belum begitu stabil, kepemilikan kendaraan baru masih stagnan, dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotornya masih dibawah standar.

Untuk menyikapi hal tersebut, pihak Dishub berkerjasama dengan instansi terkait telah melakukan sosialisasi sadar pajak pada masyarakat.

Sosialisasi yang kami lakukan yakni dengan memasang beberapa spanduk disejumlah tempat strategis dan penyuluhan diberbagai tempat. Tak hanya itu saja, kami juga memberikan penyuluhan pada para juru parkir binaan,” pungkasnya.

Sementara itu dari pantuan Memo X saat berada di kantor Samsat Bangil, setidaknya dalam setiap hari ratusan wajib pajak datang untuk membayar pajak tahun maupun pajak lima tahunan kendaraannya.

Saat Memo X mencoba meminta tanggapan dari salah seorang yang sedang mengurus pajak kendaraan bermotor miliknya di kantor Samsat Bangil dan mengaku bernama Muhaimin (30)warga Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan mengatakan.

”Percuma mas, ada restribusi parkir sepedamotor sebesar Rp.20 ribu setahunnya. Wong setiap kali parkir, selalu saja masih ditarik jasa parkir Rp.1000 oleh juru parkir,” tandasnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Susanto (24) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol yang saat itu juga berada disamping Muhaimin,” betul mas yang disampaikan tersebut, seperti yang terjadi di plaza Bangil. Setiap parkir disitu selalu ditarik uang jasa parkir, padahal sudah ada tanda parkir berlangganan,” ucapnya.

“Kayaknya pihak Pemkab Pasuruan melakukan pungutan liar yang berpayungkan hukum. Pembayaran restribusi parkir berlangganan tak ada efeknya dimasyarakat, tapi mungkin bisa untuk tambah uang makan para pejabat Pemkab Pasuruan,” sergahnya mengakhiri. (mat/vic)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional